Sabtu , Agustus 17 2019
Home / Pelayanan Publik / Syarat membuat “Surat Nikah”
kemenag-sebut-buku-nikah-siri-dari-biro-jasa-hasil-curian

Syarat membuat “Surat Nikah”

Minimnya informasi dan tertutupnya sikap aparat di bidang ini, sehingga banyak para sobat yang merasa kebingungan, bagaimana cara mengurus surat nikah? Didasari hal tersebut maka saya membuat posting ini untuk sobat sekalian yang hendak menikah khususnya saudara muslim, yang pastilah akan mengurus administrasi untuk mendapatkan dokumen surat nikah sebagai bukti sahnya pernikahan berdasar hukum perundang-undangan yang berlaku. Karena tanpa itu surat nikah tersebut, maka status pernikahan tidak diakui negara sebagaimana disebut dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Berikut beberapa informasi yang saya peroleh dari hasil penelusuran, pengalaman pribadi serta informasi dari pihak yang kompetan. Semoga apa yang saya sampaikan dapat membantu para sobat atau catin (calon pengantin) dalam mendapatkan surat nikah. Aamiin
Persyaratan dokumen yang diperlukan:

  1. Fotocopy KTP catin (@ minimal 4 lembar)
  2. Fotokopi kartu keluarga Catin (@ minimal 3 lembar)
  3. Pas Photo berwarna (latar biru lebih bagus), ukuran 2×3 (@ 5 lembar) & 3×4 (@ 8 lembar)
  4. Surat pengantar dari RT setempat
  5. Surat Pernyataan Belum Pernah Menikah atau Surat Pernyataan masih Perjaka/Perawan, bermaterai Rp. 6.000,- (biasanya RT setempat menyediakan jika tidak ada, bisa dibuat sendiri)
  6. N1, N2 dan N4 dari desa/kelurahan
  7. Surat izin orangtua (N5)
  8. N6 dari desa/kelurahan (bagi janda/duda cerai mati)
  9. Akta Cerai dari Pengadilan Agama (bagi janda/duda cerai hidup)

PENTING!

Yang tidak kalah penting yaitu “Fotokopi Akte Kelahiran/Ijazah terakhir” sebagai dasar verifikasi data pribadi, yang akan dimasukan dalam daftar pemeriksaan atau yang biasa disebut NB dan akan digunakan sebagai dasar dalam penulisan dalam buku nikah. Karena jika terjadi kesalahan data maka perubahan data atau nama di buku nikah harus melalui proses di Pengadilan Negeri, jelas itu sangat merepotkan serta memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit.

Untuk Calon Pengantin Pria (CPP)

1.  CPP yang hendak menikah dalam kurun waktu kurang dari 10 (sepuluh) hari kerja datang ke Ketua RT setempat guna meminta surat pengantar hendak menikah untuk ke kantor desa/kelurahan, sekaligus minta blangko formulir pernyataan masih Perjaka/Perawan (jika tidak ada, surat pernyataan ini bisa dibuat sendiri), dengan membawa :

–       Fotocopy Kartu Keluarga

–       Fotocopy KTP (2 lembar)

–       Materai 6.000

2.  Pemeriksaan kesehatan ke Puskesmas dan imunisasi (TT1, TT2, dll)

3.  Ke kantor desa/kelurahan untuk membuat surat-surat yang diperlukan – N1, N2, N4, N6 (untuk duda cerai mati) & surat pengantar untuk KUA, dengan membawa :

–       Fotocopy Kartu Keluarga (CPP 2 lembar & CPW 1 lembar)

–       Fotocopy KTP (CPP 2 lembar & CPW 1 lembar)

–       Jangan lupa untuk mem-fotocopy dua rangkap surat-surat yang kita peroleh.

4.  Berkas-berkas surat pengantar dari desa/kelurahan dibawa ke KUA setempat

5.  Bila pernikahan dilakukan di luar wilayah kerja KUA dimana kita tinggal maka membawa seluruh berkas yang sudah disahkan di desa/kelurahan tersebut di atas ke KUA setempat untuk membuat/meminta Surat Keterangan Rekomendasi Nikah ke keluar daerah, atau yang biasa disebut Surat Keterangan Numpang Nikah.

sumber : http://disdukcapil.serdangbedagaikab.go.id/article-17-Prosedur-Tata-Cara-Mengurus-Surat-Nikah.html

 

About penyunting purwodadi

Check Also

20160121134100-picsay

Syarat membuat ”Kartu Kuning”

Kartu Tanda Pencari Kerja (Kartu Kuning) ini merupakan salah satu syarat mutlak yang harus disediakan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *